Selepas bencana besar di Kota Padang dan sekitarnya, kami pun sempat "menyelamatkan diri" dari trauma hiruk pikuk kengerian,kesedihan, kepedihan Kota yang nyaris porak poranda oleh amukan alam.
Masih berteman Pensilku yang setia serta beberapa helai kertas tersisa dari sebagian peralatan kerja yang sempat kami amankan. aku harus tetap bersyukur dengan semua yang sudah kami lewati disana.
Meskipun harus tetap kuakui bahwa setelah apa yang kulewati, aku masih saja sebagai seseorang yang tidak pandai menceritakan setiap kejadian yang aku alami, meskipun waktu itu bencana tersebut adalah pengalaman pertama seumur hidupku.
Namun, Pensil sahabatkulah yang senantiasa menyimpulkan setiap kenangan dari berjuta detail yang dilalui...... dengan Celotehnya lah aku bisa kembali mengingat apa yang seringkali aku lewatkan.
Demikian pula dengan kenangan tentang bencana ini, meski sayangnya banyak celotehnya seputar kota Padang yang harus aku cari kembali agar bisa aku bagikan sebagai bahan inspirasi dan instriospeksi bagi kita, terutama bagi diriku sendiri.
Kali ini Celotehnya justru tentang apa yang aku lalui selepas "menyelamatkan diri" dari bencana Padang....... yaitu Kota persinggahan kami untuk bersujud dan merenung sejenak tentang setiap denyut Takdir,.... yaitu Palembang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar